Breaking News

Indikator Forex Terbaik

Melakukan bisnis Forex berarti anda berinvestasi dengan penuh resiko dalam melakukan penukaran mata uang asing. Dalam bisnis Forex memiliki aktivitas inti yaitu buy atau sell yang harus dilakukan secara konsisten sehingga anda bisa mendapatkan sebuah profit (keuntungan). Untuk bisa mendapatkan keuntungan tersebut, penting sekali jika bisa menyesuaikan prediksi anda dengan arah pasar yang sedang berkembang. Jadi semua keputusan untuk melakukan jual atau beli harus menggunakan analisa Forex yang tepat. Karena itulah dibutuhkan indikator Forex yang tepat yang dapat membantu agar prediksi tidak banyak meleset.

Mengenal lebih jelas Indikator Forex

Apa yang dimaksud indikator? Indikator yaitu merupakan sebuah alat yang bisa memberikan informasi kepada trader tentang pasar Forex saat ini. Nantinya indikator akan memetakan kondisi pasar yang sedang terjadi dan memprediksi mengenai kondisi pasar untuk selanjutnya. Sehingga cara ini akan memudahkan trader untuk menentukan kapan open posisi yang pas, baik melakukan buy atau sell.

Secara umum, indikator Forex mempunyai 2 fungsi, yaitu pertama untuk memberikan pemetaan informasi tentang kondisi pasar sehingga bisa menentukan strategi mana yang tepat digunakan. Kedua, memberikan sinyal untuk melakukan entry ataupun exit. Sehingga dapat menuntun trader sehingga bisa keluar atau masuk market yang tepat.

Pada prakteknya, tidak ada formula pasti dalam trading yang bisa selalu menghasilkan profit. Oleh karenanya, trader harus mempelajari berbagai indikator teknikal untuk menyusun formula trading suksesnya sendiri. Pada dasarnya, indikator teknikal forex dapat digolongkan menjadi empat jenis. Yaitu indikator yang menunjukkan arah trend (trend-following), indicator yang mengkonfirmasi arah trend (trend confirmation), indikator yang menunjukkan overbought dan oversold, serta indikator yang membantu menentukan level exit (profit taking).

Jenis-jenis Indikator Forex

Indikator Forex mempunyai berbagai macam jenis, bahkan jumlahnya bisa mencapai ratusan. Masing-masing jenis indikator Forex dapat dimanfaatkan untuk melakukan analisa teknikal jika memang diterapkan dengan benar. Tetapi tidak semua indikator harus digunakan atau dimanfaatkan oleh para trader. Sebagai seorang trader, anda hanya butuh untuk mengetahui macam-macam indikator yang ada. Kemudian memilih manakah yang tepat yang bisa dijadikan andalan ketika menjalani bisnis Forex, berikut rangkumannya :

  • Moving Average (MA) – adalah sebuah indikator untuk mengidentifikasi trend

Moving Average (MA) bisa membantu trader untuk mengidentifikasi dan mengikuti tren.

Sehingga bisa dikatakan jika Moving Averages adalah favorit bagi kebanyakan trader pemula. Banyak yang berpendapat jika indikator ini begitu mengesankankarena kesederhanaan di dalam penggunaannya. Cukup gunakan beberapa garis Moving Average (MA), dimana 1 MA berperiode panjang (100,200) yang akan menjadi patokan untuk para trader. Nantinya indikator ini akan membaca kapan waktu terjadinya downtrend maupun uptrend. Misalnya ketika uptrend terjadi, tambahkan beberapa garis MA dengan periode pendek (10,20) dan awasi posisi MA tersebut. Jika posisinya mulai berpotongan terhadap MA periode panjang maka bersiaplah untuk melakukan buy.

Keuntungan Moving Average:

  • Bisa mengidentifikasi arah suatu tren;
  • Bisa menemukan pembalikan tren;
  • BIsa menunjukkan support potensial dan level resistensi.

Kekurangan Moving Average:

Jika tertinggal dari harga saat ini (akan berubah lebih lambat dari grafik harga karena indikator didasarkan pada harga masa lalu).

Tips:

Sebaiknya gunakan Moving Average Sederhana karena kebanyakan trader menggunakan garis ini. Periode waktu yang paling populer untuk MA adalah 200, 100, 50 dan 20. MA periode 200 dapat membantu menganalisa tren “historis” jangka panjang, sedangkan MA 20 periode – mengikuti tren jangka pendek.

Cara menginterpretasikannya :

Singkatnya, tren bullish adalah saat harga pasangan mata uang berada di atas MA dan trend bearish adalah saat harga turun di bawah. Selain itu, perhatikan bagaimana Moving Averages dengan periode berbeda bertindak satu sama lain.

Trend ke atas dikonfirmasi saat MA jangka pendek (misalnya 50 periode) naik di atas MA jangka panjang (misalnya 100 periode). Dan sebaliknya, trend ke bawah dikonfirmasi saat MA jangka pendek bergerak di bawah MA jangka panjang.

Kesimpulannya :

Moving Average menunjukkan apakah akan membeli atau menjual pasangan mata uang (membeli dalam tren naik, menjual dalam tren turun). MA tidak akan memberitahu Anda pada level mana untuk memulai melakukan trading Anda (untuk itu Anda memerlukan indikator lain). Sehingga, menerapkan indikator tren harus menjadi salah satu langkah pertama analisa teknis Anda.

  • Bollinger Bands – Adalah indikator untuk mengukur volatilitas

Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ciri khasnya, dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara dua band (pita). Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980. Kini, indikator ini sangat populer digunakan dalam perdagangan di berbagai jenis pasar finansial, termasuk pasar forex.

Keuntungan dari Bollinger Bands:

Indikatornya benar-benar bagus di pasar sideways (saat pasangan mata uang diperdagangkan dalam kisaran tertentu). Dalam hal ini, garis indikator dapat digunakan sebagai level support dan resistensi, dimana trader bisa membuka posisi mereka.

Kekurangan Bollinger Bands:

Selama tren yang kuat, harga bisa menghabiskan waktu lama di satu garis Bollinger dan tidak menuju ke yang berlawanan. Sehingga, kami tidak merekomendasikan Bollinger Bands untuk tren pasar.

Cara menginterpretasikannya :

Semakin dekat harga mendekati band teratas, semakin kelebihan pembelian/overbought pasangan mata uang tersebut. Singkatnya, pada saat ini pembeli telah menghasilkan uang pada saat kenaikan harga dan menutup trading untuk mendapat keuntungan/take profit. Hasilnya adalah pasangan overbought tersebut berhenti naik dan turun. Harga naik di atas band teratas mungkin merupakan sinyal penjualan, sementara penurunan di bawah band terendah adalah sinyal beli.

Band terluar secara otomatis melebar saat volatilitas meningkat dan menyempit saat volatilitas menurun. Periode volatilitas tinggi dan rendah biasanya mengikuti satu sama lain, sehingga penyempitan band sering kali berarti bahwa volatilitas akan meningkat tajam.

Tips cara penggunaanya :

Kami tidak menyarankan penggunaan Bollinger Bands tanpa konfirmasi dari indikator/alat teknis lainnya. Bollinger bands cocok dengan pola candlestick, trendlines, dan sinyal tindakan harga lainnya.

Kesimpulannya :

Bollinger Bands bekerja paling baik saat trend pasar. Indikator ini bisa menjadi dasar yang bagus untuk sistem perdagangan, tapi itu saja tidak cukup: Anda harus menggunakan alat lain juga.

  • MACD – Adalah indikator yang menunjukkan fase pasar

MACD (Moving Average Convergence / Divergence) mengukur kekuatan pendorong di belakang pasar. Ini menunjukkan kapan pasar bosan bergerak dalam satu arah dan butuh istirahat (koreksi).

Bagaimana menafsirkannya

  • Naik/Turun dramatis

Menjual saat batang histogram mulai menurun setelah kenaikan besar. Membeli saat batang histogram mulai tumbuh setelah penurunan yang besar.

Penyeberangan antara histogram dan garis sinyal dapat membuat entri pasar lebih tepat. Membeli saat MACD-histogram naik di atas garis sinyal. Menjual saat MACD-histogram jatuh di bawah garis sinyal.

  • Garis nol sebagai konfirmasi tambahan

Ketika MACD melintasi garis nol, itu juga menunjukkan kekuatan bulls atau bears. Membeli saat MACD-histogram naik di atas 0. Menjual saat MACD-histogram turun di bawah 0. Perhatikan juga, sinyal seperti itu lebih lemah dari sinyal yang sebelumnya.

  • Divergensi

Jika harga naik dan MACD turun, itu berarti bahwa kenaikan harga tidak dikonfirmasi oleh indikator dan kenaikan akan segera berakhir. Sebaliknya, jika harga turun dan MACD naik, giliran bullish dalam waktu dekat.

Tips cara penggunaannya

Penyeberangan antara histogram dan garis sinyal adalah sinyal terbaik dari MACD.

Berburu divergensi antara MACD dan harganya: ini adalah indikasi bagus untuk koreksi yang akan datang.

Keuntungan MACD:

MACD dapat digunakan untuk trending pasar atau range pasar.

Jika Anda memahami MACD, akan mudah bagi Anda untuk mempelajari bagaimana kerja osilator lainnya: prinsipnya sangat mirip.

Kekurangan MACD:

Indikator tertinggal di belakang grafik harga, jadi beberapa sinyal datang terlambat dan tidak diikuti oleh pergerakan pasar yang kuat.

Kesimpulan

Ada baiknya memiliki MACD pada grafik Anda karena mengukur tren maupun momentum. Ini bisa menjadi bagian kuat dari sistem perdagangan, walaupun kami tidak menyarankan untuk membuat keputusan perdagangan hanya berdasarkan indikator ini.

Semua Indikator teknis yang trader temui biasanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika hanya memiliki satu indikator teknis tidak akan memberi Anda sinyal perdagangan yang bagus. Jadi untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda perlu menggunakan 2-4 indikator sekaligus untuk trading. Selamat mencoba, semoga sukses !